Minggu, 11 Juni 2017

Poem (Puisi Remaja) Tentang Orang Tua

Dua orang pejuang gigih
By : Juriah Ristiani. s


Harus dengan cara apa aku bersyukur?
Tiap kali aku tidur, ada dua orang yang menyebutku dalam sujudnya
Tiap kali aku sekolah, ada dua orang yang selalu berharap diriku sukses
Tiap kali aku melangkah, ada dua orang yang selalu mengkhawatirkan

Disaat aku tidur, ada dua orang biasa yang menyebutku dalam sujud dan doanya
Disaat aku berangkat sekolah, ada dua orang biasa yang memancarkan mata pengharapan
Disaat aku melangkah, ada dua orang biasa yang khawatir jika aku salah langkah

Namaku tak pernah lupa diucapnya
Disetiap doanya
Disetiap hatinya
Disetiap pikirannya
Disetiap batinnya
Disetiap detak jantungnya
Disetiap nadinya
Disetiap darahnya

Mereka dua orang biasa
Tapi pahlawan dimataku
Tapi pahlawan dihatiku

Bagaimana bisa?
Tiap kali terik matahari, orang mencari tempat teduh
Mereka dua orang biasa itu, sibuk mencari kehidupan yg layak
Tiap kali malam dingin, orang mencari selimut tebalnya
Mereka dua orang biasa itu, sibuk mendoakan anak-anaknya

Kini padaku,
Tuhan bukan hanya mengirimkan sosok kekasih
Tuhan bukan hanya mengirimkan Pujaan Hati
Tuhan bukan hanya mengirimkan Pahlawan
Tuhan bukan hanya mengirimkan sosok teladan
Tapi, Tuhan mengirimkanku Sosok Malaikat

Dua orang biasa itu ku sebut dengan Malaikat
Yang Tiap kali aku melihatnya, aku tertegun kagum
Semoga mereka mendapat balasan tentang perjuagannya diakhirat
Semoga kami dapat berkumpul di Jannah
Semoga mereka masih bisa melihat, aku dalam keadaan sukses
Panjangkanlah umurnya ya Rab
Khusnul Khotimahkanlah mereka


-Aku
_Pengagum Rahasiamu_
_Malaikatku_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar