Masih Kamu
Bagaimana aku bisa nyaman merasakan patah hati?
Tapi anehnya aku tak ingin lari
Aku takut jika aku lari
Aku tersandung dan jatuh dalam kenanganmu
Bersamamu mungkin aku merasakan
Rasanya pertemuan
Tanpa kebahagiaan
Meskipun demikian
Hanya senyummu yang terkenang
Tergores dalam prasasti kesendirian
Atas nama sebuah kenangan yang tak kunjung hilang
Kau masih menjadi objek rinduku
Kau masih menjadi objek senjaku
Kau masih menjadi objek rindu dalam senjaku
Tiap kali aku dengan secangkir kopiku
Ingin sesekali aku memesan kopi pahit dengan kenangan manis bersamamu
Menggenggam senyumanmu sebagai duka kebahagiaan
Apabila kau dalam kepahitan
Temui aku dalam perbincangan
Akanku yakinkan bahwa kopi yang kau pesan tak sepahit kehilangan
Tapi sayang
Jangankan berbincang
Menyapaku saja senyummu hilang
Jika kau sedang berbahagia dengannya
Berbahagialah
Aku tak menghalang
Tapi jika kau sedang patah hati
Kembalilah
Dalam peluk yang pernah kau nikmati ini
Aku masih menunggumu
Atas nama kebodohan rindu yg menepi
-Jawara Patah Hati
-Sang Budak Sajak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar