Kamis, 21 Maret 2019

LEGISLATIF BANYAK. BINGUNG PILIH MANA

Tahun politik ini tiba. Dimana kita akan memilih Calon Legislatif dan Calon Presiden.

Lima kertas suara dalam lima warna

Yang dipilih di Pemilu 2019 adalah presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD. Kecuali DKI Jakarta, yang hanya empat kertas suara —tanpa DPRD kota/kabupaten.
Kelima kertas suara itu juga warnanya berbeda-beda. Yakni:
  • Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.
  • Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI.
  • Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI.
  • Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi.
  • Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.

BINGUNG PILIH MANA? 
    Carilah informasi mengenai Calon Legislatif sebanyak-banyaknya. Baik itu visi, misi, program dan personnya. Kenapa sih cari Informasi mengenai Person itu penting? Agar kita tidak menyesal.

   Kalau kita asal pilih. Kemudian yang kita pilih itu menang, dan beliau korupsi. Kita yang menyesal. Secara tidak langsung, Kita yang merusak bangsa. 

    Ada celotehan tentang teman saya yang bingung mengenai pemilhan legislatif. Kemudian teman saya yang lain nyeletuk ''Pilih aja yang mukanya meyakinkan," Tentu saya tidak setuju. Kita milenial bukan kalangan psikolog. Ga akan bisa menentukan seseorang hanya dari muka. Ada juga yang nyeletuk "Pilih aja yang ngasih amplop," Saya juga kurang setuju. Belum jadi saja dia sudah nyogok. Apalagi jika sudah jadi. Bisa saja beliau korupsi untuk menggantikan uangnya. 

     Jangan hanya karena uang 50.000 kamu memilih orang yang salah. Itu untuk jangka waktu 5 tahun. Berpikirlah untuk masa depan. Pilihlah wakil rakyat yang mampu menyuarakan suaramu, suara rakyatnya. Bukan hanya untuk kepentingan semata. 


Cari informasi, Kenali, Lalu pilih. 

Stay Positif 
Jadi kreatif

 

MILENIAL, PILIH KANDIDAT NOMOR BERAPA?

    Mohon maaf jika tulisan saya menyinggung hati kalian semua. Saya hanya menyuarakan suara saya tentang Pemilu dan Pemilihan presiden 2019. 

    Saya mulai bahas dari Pemilihan Presiden 2019. Pemilihan kali ini ada dua kandidat atau dua kubu. Kubu 01, Jokowi-Ma'ruf dan Kubu 02, Prabowo-Sandi. Saya bahas Positif dan negatif dari masing masing kubu. 

     Dari kubu 01, Joko widodo yang sudah tidak diragukan lagi kepemimpinannya begitu pula Ma'ruf amin yang menjabat sebagai ketua MUI. Begitu juga Track record Joko widodo yang telah menempuh jabatan presiden selama 5 tahun ini dapat dilihat dari pembangunan Infrastukturnya yang dinilai mampu bersaing dengan negara lain. Begitu juga Kereta api, Pelabuhan dan Bandara yang saat ini pelayanannya cukup baik. Belum lagi, berita yang memberitakan bahwa Freeport jatuh ketangan Kita, Indonesia. Sebuah pencapaian yang luar biasa. 
    
     Namun, disamping itu semua tentu ada beberapa kekurangan dalam kepemimpinan Joko Widodo. Pertama, dalam pendidikan. Saya pribadi menilai pendidikan Indonesia belum terlalu maju. Tidak bisa bersaing dengan luar. Seharusnya pemerintah mengutamakan hal ini. Pendidikan adalah Investasi masa depan yg menjanjikan. Kedua, dalam Nilai Bahan Pokok yang mungkin dinilai melonjak. Ketiga, kehidupan petani yang kurang sejahtera. Di Kampung saya banyak sekali keluhan tentang hal ini. Harga jual karet yang tadinya bisa mencapai Rp. 30.000,- kini hanya Rp.3000,- Sangat menurun membuat para petani kurang merasakan kesejahteraan. Terakhir, tentang Pelanggaran HAM dan Korupsi yang kurang tertangani. 

     Menurut saya, Joko widodo bagus sekali kepemimpinannya. Apalagi jika dinilai secara person nya. Presiden yang terkenal merakyat. Juga presiden yang begitu sabar menghadapi berbagai macam Issu/Hoax. Banyak yang menuduh beliau PKI, beliau menanggapi semua dengan begitu santai dan sabar. Patut diacungi Jempol.

      Saya punya opini yang (agak) sensitif. Bisa jadi, Jokowi adalah orang baik namun ada pengaruh terhadap sekitarnya (dikuasai orang yang kurang baik) 

     Kubu 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

     Tentu, tidak adil jika saya menilai baik Prabowo, padahal beliau belum pernah memimpin pemerintahan. Beliau hanya memimpin militer. Tentu beda dengan kubu 01 yang pernah memimpin negara. Sandiaga Uno, tidak diragukan untuk menjadi wakil. Terbukti saat bersama Anies Baswedan membangun DKI Jakarta. 

     Dari pihak Prabowo dan Sandi, Tim suksesnya sendiripun tidak meyakinkan kita. 

      Namun disamping Prabowo belum pernah memimpin pemerintahan, tentu ada hal positif. Hal yang diterka terka. Pelanggaran HAM bisa lebih ditegaskan lagi. Melihat latar belakangnya sebagai militer, tentu prabowo akan bersikap tegas. Dan tidak akan dikuasi oleh orang-orang. Begitupula Sandi, dengan track pendidikan yang baik, pengalaman yang baik tentu tidak diragukan lagi. 


      Masing-masing kubu, memiliki hal positif dan Negatif. Yang membuat orang-orang awam bingung. Kalian tau kenapa orang-orang sudah memilih Prabowo padahal beliau belum menyampaikan gagasan? Karena ketidakpuasan dalam Kepemimpinan Joko widodo. 

      Mungkin ini alasan mengapa orang-orang Golput. Karena kedua pihak belum bisa meyakinkan benar-benar. 

Jadi, memilih adalah hak. Menyuarakan suara kita juga hak. Disaat kita tidak memilih itulah pilihan kita. (saya tidak menyuruh golput) 

Alangkah baiknya, kita mencari informasi sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. Karena ini menyangkut 5 tahun bangsa kedepannya. Jangan sampai menyesal. 

Jumat, 20 Oktober 2017

Rindunya para pandu

By : Juriah Ristiani

Akanku sampai berbagai curahan hati
Lewat tawaku
Lewat candaku
Lewat senyumanku

Apa yang kau rasa?
Ketika pluit itu dibunyikan?
Ketika unggun itu dinyalakan?
Ketika tongkat itu satu persatu kau ikat?
Ketika tenda itu kau bangun?

Akan ku jelaskan apa yang ku rasakan


Pluit itu berbunyi
Tandanya harus siap hati
Menyikapi segala perlakuan diri
Kau tau itu sangat berarti

Pluit itu berbunyi
Aku tepat berada disampingmu
Menikmati suasana itu
Kau tak tau ada harapan dari hati

Pluit itu berbunyi
Bunyinya nyaris tak ku dengar
Karena hanya detak jantungku yang saat itu terdengar
Berdegup kencang
Berbisik tentang rindu


Unggun

Unggun itu dinyalakan
Petanda semangat sorak poranda kami untuk bangsa
Unggun itu melambangkan semangat
Termasuk semangatku saat berkemah bersamamu

Unggun itu menyala
Nyalanya membakar semua semangat
Nyalanya membakar api asmara

Unggun itu menyala
Memberi kehangatan
Memberi penerangan

Kau harus tau
Unggun itu telah mencairkan hatimu yang dingin ketika itu

Saat tongkat satu persatu diikat
Ikatan yang memiliki filosofis tersendiri
Kita tlah mengikat tongkat yang sama
Kapan kita sama-sama mengikat hati?

Kapankah aku mengagumimu?

Aku mengagumimu
Sesaat sebelum pluit itu ditiup
Sesaat sebelum unggun itu menyala
Sesaat sebelum semua tongkat kita ikat membentuk sebuah bangunan
Sesaat sebelum tenda itu dibangun

Pluit itu mengisyaratkan siapnya hatiku
Unggun itu mengisyaratkan semangat dan hangatnya hati
Ikatan itu mengisyaratkan eratnya cinta kita
Tenda itu mengisyaratkan kau adalah rumahku

Aku rindu berkemah
Dan diantara rinduku
Adalah berkemah bersamamu

Kamis, 19 Oktober 2017

Mari bersua (Poem/Poetry/Puisi)

By : Juriah Ristiani

Coba lihat ke Cermin

Amati dengan teliti
Milik siapa rindu itu? 
Aku! 

Aku ingin bercerita pada malam
Pada kenangan yang selalu tenggelam dalam bayangan
Pada dinginnya malam yang membawamu pergi
Pada hangatnya unggun yang membuatmu kembali lagi 

Dengarkan sebuah cerita

Malam ini amat dingin
Dinginnya merasuk sukma
Akupun ingin bertanya tentang rasa 
Adakah setitik rindu yang kau rasa? 

Ingatkah kau
Kala itu, di dinginnya malam 
Kau slalu menemaniku 
Lewat canda-tawamu yang menghangatkan

Dulu ketika unggun menyala 
Sorak sorak dan tepuk tangan gemuruh
Serta senyuman yg menghangatkan

Kini, unggun itu tak mempan
Kau pergi menjauh
Dinginnya malam ditemani unggun tak memberi pengaruh 
Mungkin dingin dibadanku hilang
Tapi bagaimana dengan dinginnya dirimu? 

Dua pasang insan yang telah lama menjalani masa-masanya pun akan berpisah
Mungkin mereka saling mencinta
Namun lelah dimakan oleh masa

Apalagi kita, yang tak berdampingan
Yang tak akan saling memiliki 
Kita akan lebih dimakan oleh masa

Aku
Salam untuk seseorang yg singgah dihatimu itu
Sampaikan 
Bahwa aku pernah bodoh menyianyiakan mu
Namun, aku lebih dulu mencintaimu dengan ikhlas 

-budaksajak
-sejuksejaksajak
-sajaklama
-njur

Selasa, 26 September 2017

Poem / puisi remaja

Sampaikan padanya
By : Juriah ristiani

Pada Fajar yang menyuruhku bersemangat
Pada senja yang membuatku menguburkan kenangan
Pada malam yang terlalu mendinginkan hati
Dan pada rindu yang ku pupuk terlalu mendalam

Indahnya fajar membuatku semangat
Semangat memulai lembar baru
Semangat melupakan kenangan hangat
Semangat memulai kehidupan baru

Indahnya senja membuatku terkenang
Akan hadirnya bayangmu
Tentunya sang senja berpesan bahwa dirinya meminta dilupakan

Indahnya malam membuatku dingin
Dan rindu akan suasana hangatmu
Senyummu yg menghangatkan
Tawamu yg menyejukkan
Segalanya darimu

Dan pada rindu yang ku pupuk amat mendalam
Ingin rasanya berbalik ke masa lalu
Menyapamu dengan lembut dan hangat
Saling melempar senyum dan tawa

Sampaikan padanya
Pada seseorang yg meluluhkan hatimu
Pada seseorang yg kau yakini itu
Bahwa ada orang yang lebih dulu dengan ikhlas mencintaimu, ya, itu aku

Barangkali keluluhan itu datangnya dari kesabaran
Barangkali kebahagiaan itu datangnya dari hal sederhana
Barangkali kekhilafan itu bisa kau maafkan
Barangkali hatinya sementara

-DuaBelas

Jumat, 07 Juli 2017

Poem/Puisi Remaja (Ibu)

Biar Aku Saja
By : JuriahRistiani

Wahai Ibu
Sang wanita penuh kalbu
Sedikit puisi untukmu
Dari anakmu yang tak tau rasamu itu

Anakmu ini sudah cukup dewasa untuk meneruskan perjuanganmu
Anakmu ini sudah cukup dewasa untuk memahami perjuanganmu

Anakmu ini sudah cukup dewasa
Menggantikan beban yang kau rasa

Cukuplah ibu
Simpan tenagamu itu
Nikmatilah masa tuamu

Anakmu ini sudah cukup dewasa
Menggantikan semua beban pikiran yang kau rasa


Biar aku saja sekarang
Tapi kau berkata tenang
Bukan waktunya sekarang
Nanti tiba akan datang

Anakmu ini sudah cukup dewasa
Lalu katamu tak apa
Biar letihku menjadi letihku
Dan kamu jangan merasakan letihku

Anakmu ini sudah cukup dewasa
Tapi apa katamu?
Janganlah aku membebani semua
Belajarlah untuk masa depanku

Ketahuilah ibu
Engkau juga masa depanku
Saat ini aku berusaha mengejar impianku
Demi kebahagiaanmu
Bukan hanya untukku

Do'akan aku untuk bisa selalu seperti ini dihadapanmu
Do'akan aku untuk bisa selalu membuatmu menangis haru karena usahaku
Aku juga do'akan dirimu
Agar sehat selalu dan melihatku menggunakan togaku
Dengan gelar impianku

Ketahuilah ibu
Kau menyuruhku belajar untuk masa depanku
Dan menyuruhku berhenti memikirkan bebanmu
Padahal kau juga masa depanku

Rabu, 28 Juni 2017

Puisi Poem (Sajak) Puisi Remaja

BIARKAN AKU

JURIAH RISTIANI (@Juriah_risty)

Satu kata dariku tak pernah kau dengar
Akupun sadar
Tapi tak apa, biar
Aku tau sampai kapanpun kau tak akan pernah mendengar

Jika kata tak pernah kau dengar
Jika mata tak pernah kau tatap
Jika hati tak pernah kau pahami
Biarkan sebuah sajakku memelukmu

Biarkan sajakku memelukmu
meski aku tau tak memberi kehangatan padamu
meski aku tau tak memberi kenyamanan padamu
meski aku tau hanya rindu yang membasahimu

Biarkan sajakku memelukmu
Menyajikan rasaku dalam aksaraku
Meski kau tak pernah paham itu
Meski kau tak merasa rasanya untukmu

Biarkan sajakku memelukmu
Meski tak menghangatkan bagai unggunmu
Meski tak menguatkan bagai pioneringmu
Meskiku tau hanya membingungkan seperti sandimu

Biarkan sajakku memelukmu
Meski kau tak paham dengan sajakku
Meski aksaraku tak pernah berarti untukmu
Meskiku tau hanya ketidakpentingan untukmu

Biarkan sajakku memelukmu
menumpahkan segala rindu dalam sepiku
kaupun bertanya, seberapa rindunya aku?
aku tak bisa menjawab, biar hanya aku dan sajadah yang tau besarnya rinduku

Biarkan sajakku memelukmu
Biarkan rinduku membasahimu
Biarkan do'aku ikut mendampingi aku memelukmu

aku
sang pemelukmu
lewat do'a dan sajakku

-jawara patah hati
Secarik kertas buram
Sejuknya bersajak