Jumat, 12 Februari 2016

My Dream is Imposibble

By : Juriah Ristiani 

“Kejarlah cita-citamu sampai ke langit.”

  Aku ingat akan sebuah slogan yang tidak pernah mengajarkanku untuk menyerah. Aku tidak pernah untuk berputus asa,tidak pernah mengeluh, dan terus berusaha. Bagiku menyerah adalah pilihan terpuruk dan sangat terpuruk.

   Aku adalah seorang pelajar biasa yang terpuruk dalam pelajaran. Namun, cita-citaku begitu tinggi menjadi Aeromodelling(Pembuat pesawat).
     Seratus bahkan beribu-ribu kali aku memikirkan bagaimana caranya aku untuk mencapainya? Aku tidak mengerti mesin. tidak paham pesawat. Melihat langsung pesawat saja tidak pernah. Lalu bagaimana bisa aku mencapainya? pada siapa aku belajar ini semua? Pikiran seperti itulah yang hinggap ditelingaku.
      Siapa yang mendukungku menjalaninya?Orang tuaku? Aku pernah berbincang dengannya mengenai cita-citaku dan apa yang sedang aku impikan. Aku pernah bercerita bahwa aku ingin menjadi pembuat film atau sutradara tapi, mereka tidak menyetujuinya. Pada siapa hedaknya aku menceritakan ini semua? menceritakan tentang hatiku, perasaanku yang hancur seketika karena tidak ada yang mengertinya.
     Aku mencoba untuk berbicara lagi pada ibuku tentang cita-citaku ini. sampai ibuku bilang "Jalanin aja apa yang ada didepan mata. selow kalo kata anak jaman sekarang Woles. Fokus aja sama belajar kamu, masalah mau jadi apa itu urusan terakhir." Oke satu pendapat tentang cita-cita ini terjawab.
      Aku juga mencoba bercerita pada seseorang. dan dia berkata "Usaha aja jur. Maksimalin belajar kamu. cari pengalaman seseorang, dari sana kamu bisa dapat pelajaran bahkan pelajaran yang paling berharga. Yang penting keluarin potensi dan maksimalin diri kamu masalah cita-cita tercapai atau ga, itu urusan terakhir dan udah ada yang ngatur."
      Oke sekarang dari pendapat keduanya aku bisa menyimpulkan bahwa "Cita-cita atau impian memang tidak pasti tapi, kita harus punya pilihan tentang apa yang akan kita capai dan harus diarahkan kemana untuk menggapainya."
   

Semangat Readers!!
Imposibble is nothing :)
Keep calm and Tawakal. bismillah

fb : juriahristy
twitt/ask : juriah_risty7
ig : juriahristi
second blog : juriahrs.blogspot
line : juriahnjur

Rabu, 10 Februari 2016

Hai Teman... Aku Disini



BY ; Juriah Risti

Hai teman. Aku memiliki tulisan indah dan cerita tentangmu.


      Kala itu aku terdiam merenung sepi. Sampai akhirnya Baidah menepuk pundakku seraya berkata “Kau sangat tidak ada kerjaan, setiap hari melamun saja.” Aku membalasnya dengan tawa. Kita selalu ada cerita tentang kebersamaan. Kita ber-enam Aku,Wanda,Baidah,Sarah,Sari dan Hana bahkan memiliki perjanjian tentang percintaan, bahwa siapa yang pacaran akan dijauhi. Kita menetapkannya selama tiga tahun. Entah apa yang kita buat ini, mungkinkah rasa bakti kita terhadap orang tua dan Negara atau bahkan 'cuman biar hitz aja'.       Setiap kali disekolah kami selalu merasa adanya kenyamanan yang tulus dari seorang sahabat yang layaknya keluarga. Akan tetapi, ada seorang yang selalu menjadi pemimbingku seraya berkata "Gak akan ada yang namanya Sahabat, yang ada hanya teman baik. Karena sahabat ga selamanya sahabat dan teman gak selamanya teman." bodohnya Aku mengabaikan perkataan itu dan menganggapnya sebagai sebuah angin lalu saja. Akan tetapi, perkataan itu selalu saja ada dalam ingatanku seakan-akan menghantuiku.      Kami berenam mulai merasa jauh dari perjanjian, yang tadinya tidak peduli tentang artinya sebuah percintaan kini setiapkali kami berbincang tentang seseorang yang kita suka. Aku takut akan hilangnya sebuah persahabatan.      Setiap kali Alex menatapku Aku merasa takut akan terbunuhnya Aku dengan rasa cinta yang paling dalam. "ahh dia hanya merasa Aku teman baiknya" Aku mencoba untuk berpikir seperti itu. Sampai akhirnya Aku benar-benar tidak pernah menganggapnya. Aku menganggap Alex sebatas teman kelas dan bukan orang spesial. Tapi temanku salah menanggapi semua itu. Baiti malah melampiaskan curahan hatinya pada wali kelas kami tentang sebuah kebohongan. Sungguh, kami kesal padanya. Tapi kita hanya menganggap masalah Enteng saja.       Perjanjian kami berlangsung cuma tujuh bulan saja. Semenjak salah satu diantara kami membuat pelanggaran, kami jauh sangat jauh tak sedekat dahulu. Kami selalu saja memfitnah satu sama lain semenjak kejadian itu, tetapi kami menutupinya atas nama kebohongan yang selalu kita lanturkan.        Sejenak saat teman-temanku berubah Aku teringat akan perkataan "Ga ada yang namanya sahabat yang ada cuman teman baik saja." Aku hampir saja meneteskan air mata mengengitnya. Ingin rasanya menyesal, tetapi tidak tahu pada siapa.
               
                "Siapa yang salah? ya, tadir yang salah. haruskah aku menyalahkan takdir?"
        Tapi, entahlah semenjak kejadian itu terjadi, Aku tidak peduli tentang apa-apa yang mereka lakukan.Terpuruk sedih akan persahabatan? aku rasa tidak. Memang aku tidak peduli terhadap masalah.

        Awalnya Aku pikir cinta itu merubah segalanya menjadi Indah, ya benar. Cinta merubah segalanya menjadi Indah tapi bukan menjadi Terbaik. Mungkin saja cinta bisa merubah seseorang menjadi indah dan terbaik, jika ia jatuh cinta pada orang yang tepat. Entahlah, semenjak hal itu terjadi aku merasa bahwa "PERSAHABATAN KALAH SAMA CINTA MONYET" Jangan tanya apakah aku lelah atau tidak tanyalah pelajaran apa yang bisa aku ambil pada pengalaman ini. Mungkin ada satu hal penting "Percaya sama Allah dan Orang Tua, bukan sama Orang Lain."
        "Kita dipertemukan karena suatu alasan. Alasan itu bernama PERSAHABATAN. Sampai akhirnya (kamu) merubahnya tanpa alasan. Aku harap kelak aku akan merasakan Teman dan Sahabat sesungguhnya."
#CerpenTanpaEnding#IniCerpen? Bukan ahhFB : Juriah RistyTwitt/ask.fm : @juriah_risty7instagram : JuriahRistyLine : ID Juriahnjur
Never Give Up, Readers :) ;) MANGAT