Rabu, 10 Februari 2016

Hai Teman... Aku Disini



BY ; Juriah Risti

Hai teman. Aku memiliki tulisan indah dan cerita tentangmu.


      Kala itu aku terdiam merenung sepi. Sampai akhirnya Baidah menepuk pundakku seraya berkata “Kau sangat tidak ada kerjaan, setiap hari melamun saja.” Aku membalasnya dengan tawa. Kita selalu ada cerita tentang kebersamaan. Kita ber-enam Aku,Wanda,Baidah,Sarah,Sari dan Hana bahkan memiliki perjanjian tentang percintaan, bahwa siapa yang pacaran akan dijauhi. Kita menetapkannya selama tiga tahun. Entah apa yang kita buat ini, mungkinkah rasa bakti kita terhadap orang tua dan Negara atau bahkan 'cuman biar hitz aja'.       Setiap kali disekolah kami selalu merasa adanya kenyamanan yang tulus dari seorang sahabat yang layaknya keluarga. Akan tetapi, ada seorang yang selalu menjadi pemimbingku seraya berkata "Gak akan ada yang namanya Sahabat, yang ada hanya teman baik. Karena sahabat ga selamanya sahabat dan teman gak selamanya teman." bodohnya Aku mengabaikan perkataan itu dan menganggapnya sebagai sebuah angin lalu saja. Akan tetapi, perkataan itu selalu saja ada dalam ingatanku seakan-akan menghantuiku.      Kami berenam mulai merasa jauh dari perjanjian, yang tadinya tidak peduli tentang artinya sebuah percintaan kini setiapkali kami berbincang tentang seseorang yang kita suka. Aku takut akan hilangnya sebuah persahabatan.      Setiap kali Alex menatapku Aku merasa takut akan terbunuhnya Aku dengan rasa cinta yang paling dalam. "ahh dia hanya merasa Aku teman baiknya" Aku mencoba untuk berpikir seperti itu. Sampai akhirnya Aku benar-benar tidak pernah menganggapnya. Aku menganggap Alex sebatas teman kelas dan bukan orang spesial. Tapi temanku salah menanggapi semua itu. Baiti malah melampiaskan curahan hatinya pada wali kelas kami tentang sebuah kebohongan. Sungguh, kami kesal padanya. Tapi kita hanya menganggap masalah Enteng saja.       Perjanjian kami berlangsung cuma tujuh bulan saja. Semenjak salah satu diantara kami membuat pelanggaran, kami jauh sangat jauh tak sedekat dahulu. Kami selalu saja memfitnah satu sama lain semenjak kejadian itu, tetapi kami menutupinya atas nama kebohongan yang selalu kita lanturkan.        Sejenak saat teman-temanku berubah Aku teringat akan perkataan "Ga ada yang namanya sahabat yang ada cuman teman baik saja." Aku hampir saja meneteskan air mata mengengitnya. Ingin rasanya menyesal, tetapi tidak tahu pada siapa.
               
                "Siapa yang salah? ya, tadir yang salah. haruskah aku menyalahkan takdir?"
        Tapi, entahlah semenjak kejadian itu terjadi, Aku tidak peduli tentang apa-apa yang mereka lakukan.Terpuruk sedih akan persahabatan? aku rasa tidak. Memang aku tidak peduli terhadap masalah.

        Awalnya Aku pikir cinta itu merubah segalanya menjadi Indah, ya benar. Cinta merubah segalanya menjadi Indah tapi bukan menjadi Terbaik. Mungkin saja cinta bisa merubah seseorang menjadi indah dan terbaik, jika ia jatuh cinta pada orang yang tepat. Entahlah, semenjak hal itu terjadi aku merasa bahwa "PERSAHABATAN KALAH SAMA CINTA MONYET" Jangan tanya apakah aku lelah atau tidak tanyalah pelajaran apa yang bisa aku ambil pada pengalaman ini. Mungkin ada satu hal penting "Percaya sama Allah dan Orang Tua, bukan sama Orang Lain."
        "Kita dipertemukan karena suatu alasan. Alasan itu bernama PERSAHABATAN. Sampai akhirnya (kamu) merubahnya tanpa alasan. Aku harap kelak aku akan merasakan Teman dan Sahabat sesungguhnya."
#CerpenTanpaEnding#IniCerpen? Bukan ahhFB : Juriah RistyTwitt/ask.fm : @juriah_risty7instagram : JuriahRistyLine : ID Juriahnjur
Never Give Up, Readers :) ;) MANGAT 


1 komentar:

  1. ok . Thanks for your visiting my blog . Hopefully this is helpful .

    BalasHapus